Rabu, 13 Mei 2026

Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman: Menjaga Kerukunan dalam Momentum Peringatan Kenaikan Yesus Kristus

Islam Mengajarkan Keteguhan Akidah dan Kelembutan Akhlak

 

Indonesia adalah bangsa yang besar karena keberagamannya. Beragam suku, budaya, bahasa, dan agama hidup berdampingan dalam satu tanah air. Dalam kehidupan yang majemuk ini, kerukunan menjadi salah satu kunci penting menjaga persatuan bangsa.

Momentum peringatan Kenaikan Yesus Kristus dapat menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk kembali meneguhkan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan menjaga kedamaian antarumat beragama.

 

Sebagai umat Islam, kita meyakini dan memegang teguh akidah serta keyakinan yang diajarkan dalam agama Islam. Namun pada saat yang sama, Islam juga mengajarkan akhlak mulia dalam bermasyarakat, termasuk menghormati hak orang lain dalam menjalankan keyakinannya.

 Allah SWT berfirman:

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”(QS. Al-Kafirun: 6)

 

Ayat ini mengandung pelajaran penting bahwa Islam mengajarkan prinsip keteguhan keyakinan tanpa harus memaksakan atau merendahkan keyakinan orang lain. Toleransi bukan berarti mencampuradukkan akidah, melainkan menghormati perbedaan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

 

Moderasi Beragama, Jalan Tengah yang Menyejukkan

 

Moderasi beragama adalah sikap beragama yang seimbang:

teguh dalam keyakinan

santun dalam pergaulan

bijak dalam menyikapi perbedaan

 

Di era media sosial saat ini, tantangan kerukunan semakin besar. Tidak sedikit ujaran kebencian, provokasi, bahkan penghinaan terhadap kelompok lain tersebar dengan mudah. Padahal Islam mengajarkan agar seorang muslim menjaga lisannya, menjaga sikapnya, dan menjadi pembawa kedamaian.

 

Rasulullah bersabda:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ النَّاسُ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim adalah orang yang membuat orang lain selamat dari lisan dan tangannya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Hadits ini mengingatkan bahwa keislaman seseorang tidak hanya tampak dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam sikap sosial yang menenangkan dan tidak menyakiti orang lain.

 

Menjaga Kerukunan adalah Bagian dari Tanggung Jawab Bersama

Kerukunan antarumat beragama bukan hanya tugas pemerintah atau tokoh agama, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat.

 Kita dapat memulainya dari hal-hal sederhana:

  • menghormati tetangga yang berbeda agama

  • menjaga ucapan di media sosial
  • tidak menyebarkan kebencian atau provokasi
  • menjaga persatuan bangsa

 

Perbedaan adalah kenyataan kehidupan yang tidak bisa dihindari. Namun perbedaan tidak harus melahirkan permusuhan. Justru dalam perbedaan, kita belajar saling menghargai dan hidup berdampingan secara damai.

 

Islam Rahmatan lil ‘Alamin

 

Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, dakwah Islam seharusnya menghadirkan kesejukan, bukan kebencian; menghadirkan persatuan, bukan perpecahan.

 

Sebagai umat Islam:

kita tetap kokoh menjaga akidah

tetap menjalankan syariat dengan baik

namun juga menjaga akhlak kepada sesama manusia

 

Inilah wajah Islam yang damai dan menebarkan rahmat.

 

Momentum peringatan Kenaikan Yesus Kristus hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bangsa Indonesia dibangun di atas semangat persaudaraan dan saling menghormati.

 

Mari menjadi umat yang:

🌿 bijak dalam bersikap

🌿 santun dalam berbicara

🌿 damai dalam bermasyarakat

🌿 serta menjaga persatuan dan kerukunan bangsa

 

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga negeri ini dalam kedamaian, persatuan, dan keberkahan.

 

Abdul Rochim, S.H.

Penyuluh Agama Islam KUA Winong

 

#ModerasiBeragama #KerukunanUmatBeragama #Toleransi #IslamRahmatanLilAlamin #PesanDamai #IndonesiaRukun #BhinnekaTunggalIka #DakwahSejuk #IslamDamai #PersatuanBangsa #KUAWinong #PenyuluhAgamaIslam

Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman: Menjaga Kerukunan dalam Momentum Peringatan Kenaikan Yesus Kristus

Islam Mengajarkan Keteguhan Akidah dan Kelembutan Akhlak   Indonesia adalah bangsa yang besar karena keberagamannya. Beragam suku, buday...