Islam Mengajarkan Keteguhan Akidah dan Kelembutan Akhlak
Indonesia adalah bangsa
yang besar karena keberagamannya. Beragam suku, budaya, bahasa, dan agama hidup
berdampingan dalam satu tanah air. Dalam kehidupan yang majemuk ini, kerukunan
menjadi salah satu kunci penting menjaga persatuan bangsa.
Momentum peringatan Kenaikan Yesus Kristus dapat menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk kembali meneguhkan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan menjaga kedamaian antarumat beragama.
Sebagai umat Islam,
kita meyakini dan memegang teguh akidah serta keyakinan yang diajarkan dalam
agama Islam. Namun pada saat yang sama, Islam juga mengajarkan akhlak mulia
dalam bermasyarakat, termasuk menghormati hak orang lain dalam menjalankan
keyakinannya.
Allah SWT berfirman:
لَكُمْ
دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”(QS.
Al-Kafirun: 6)
Ayat ini mengandung
pelajaran penting bahwa Islam mengajarkan prinsip keteguhan keyakinan tanpa
harus memaksakan atau merendahkan keyakinan orang lain. Toleransi bukan berarti
mencampuradukkan akidah, melainkan menghormati perbedaan dalam kehidupan sosial
kemasyarakatan.
Moderasi Beragama, Jalan Tengah yang Menyejukkan
Moderasi beragama adalah sikap beragama yang
seimbang:
✅
santun dalam pergaulan
✅
bijak dalam menyikapi perbedaan
Di era media sosial
saat ini, tantangan kerukunan semakin besar. Tidak sedikit ujaran kebencian,
provokasi, bahkan penghinaan terhadap kelompok lain tersebar dengan mudah.
Padahal Islam mengajarkan agar seorang muslim menjaga lisannya, menjaga
sikapnya, dan menjadi pembawa kedamaian.
Rasulullah ﷺ
bersabda:
الْمُسْلِمُ
مَنْ سَلِمَ النَّاسُ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah
orang yang membuat orang lain selamat dari lisan dan tangannya.”(HR. Bukhari
dan Muslim)
Menjaga Kerukunan
adalah Bagian dari Tanggung Jawab Bersama
Kerukunan antarumat beragama bukan hanya tugas pemerintah atau tokoh agama, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat.
Kita dapat memulainya dari hal-hal sederhana:
- menghormati tetangga yang berbeda agama
- menjaga ucapan di media sosial
- tidak menyebarkan kebencian atau provokasi
- menjaga persatuan bangsa
Perbedaan adalah
kenyataan kehidupan yang tidak bisa dihindari. Namun perbedaan tidak harus
melahirkan permusuhan. Justru dalam perbedaan, kita belajar saling menghargai
dan hidup berdampingan secara damai.
Islam Rahmatan lil
‘Alamin
Islam hadir sebagai
rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, dakwah Islam seharusnya menghadirkan
kesejukan, bukan kebencian; menghadirkan persatuan, bukan perpecahan.
Sebagai umat Islam:
✅
kita tetap kokoh menjaga akidah
✅
tetap menjalankan syariat dengan baik
✅
namun juga menjaga akhlak kepada sesama manusia
Inilah wajah Islam yang damai dan menebarkan rahmat.
Momentum peringatan
Kenaikan Yesus Kristus hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bangsa
Indonesia dibangun di atas semangat persaudaraan dan saling menghormati.
Mari menjadi umat yang:
🌿
bijak dalam bersikap
🌿
santun dalam berbicara
🌿
damai dalam bermasyarakat
🌿
serta menjaga persatuan dan kerukunan bangsa
Semoga Allah SWT
senantiasa menjaga negeri ini dalam kedamaian, persatuan, dan keberkahan.
Abdul Rochim, S.H.
Penyuluh Agama Islam KUA Winong
#ModerasiBeragama #KerukunanUmatBeragama #Toleransi
#IslamRahmatanLilAlamin #PesanDamai #IndonesiaRukun #BhinnekaTunggalIka
#DakwahSejuk #IslamDamai #PersatuanBangsa #KUAWinong #PenyuluhAgamaIslam