Idul Adha: Belajar Ikhlas, Berkorban, dan Menguatkan Ukhuwah
Oleh: Abdul Rochim, S.H.
Penyuluh Agama Islam KUA Winong
Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, bukan
hanya tentang hewan kurban yang disembelih, bukan pula sekadar berkumpul
bersama keluarga dan menikmati hidangan istimewa. Di balik suasana takbir yang
menggema dan kebersamaan yang terasa hangat, tersimpan pelajaran yang sangat
besar tentang keikhlasan, ketaatan, pengorbanan, dan kepedulian kepada
sesama.
Idul Adha mengingatkan umat Islam kepada kisah agung Nabi
Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS, kisah yang hingga hari ini tetap
menjadi pelajaran sepanjang zaman.
فَلَمَّا
بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي
أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ
سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
(QS. Ash-Shaffat: 102)
Artinya:
"Maka ketika anak itu sampai pada usia sanggup
berusaha bersama ayahnya, Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku
melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana
pendapatmu. Dia (Ismail) menjawab: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang
diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk
orang-orang yang sabar."
untuk mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya.
Namun beliau mengajarkan satu hal penting: ketaatan
kepada Allah harus berada di atas segala-galanya.
Sebagian orang berpikir bahwa kurban hanya dilakukan ketika menyembelih kambing atau sapi. Padahal makna kurban jauh lebih luas dari itu.
Setiap hari sesungguhnya kita sedang belajar berkurban:
- berkurban
waktu untuk keluarga,
- berkurban
tenaga untuk kebaikan,
- berkurban
harta untuk membantu sesama,
- berkurban
ego demi menjaga persaudaraan,
- bahkan
berkurban keinginan diri demi ketaatan kepada Allah.
Allah berfirman:
لَنْ
يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ
مِنْكُمْ
(الحج:
٣٧)
Artinya:
"Daging dan darah kurban itu tidak akan sampai
kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian."
- sibuk
mengejar pekerjaan,
- sibuk
mengejar jabatan,
- sibuk
mengejar popularitas,
- sibuk
dengan media sosial,
- hingga
terkadang lupa pada keluarga dan ibadah.
Idul Adha hadir untuk mengingatkan bahwa ada sesuatu yang
lebih penting daripada sekadar mengejar dunia, yaitu mendekatkan diri kepada
Allah dan memperkuat hubungan dengan sesama manusia.
memperkuat keikhlasan
memperbanyak rasa syukur
mempererat silaturahmi
meningkatkan kepedulian sosial
memperkuat hubungan dengan Allah
Karena orang yang paling kaya bukanlah yang memiliki harta
paling banyak, tetapi yang memiliki hati yang penuh syukur dan kepedulian.
تَقَبَّلَ
اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
"Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan amal
ibadah kalian."
Mohon maaf lahir dan batin.



