Tahun Baru Hijriah, Saatnya Memperbaiki Niat
Setiap datangnya Tahun Baru Hijriah, kaum muslimin diingatkan kembali pada peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu hijrahnya Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah.
Namun hijrah bukan sekadar perpindahan tempat.
Hijrah adalah perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Hijrah adalah perubahan dari yang buruk menjadi baik, dari yang lalai menjadi sadar, dari yang jauh menjadi dekat kepada Allah SWT.
Dan semua perubahan besar itu selalu dimulai dari satu hal yang sederhana namun sangat menentukan, yaitu niat.
Karena tanpa niat yang benar, langkah yang besar sekalipun
bisa kehilangan nilainya di sisi Allah.
Niat Adalah Pondasi Segala Amal
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
"Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini merupakan salah satu hadis paling agung dalam Islam.
Para ulama bahkan menyebutnya sebagai seperempat ajaran agama Islam karena hampir seluruh amal bergantung pada niat.Orang yang rajin beribadah tetapi mencari pujian manusia akan berbeda nilainya dengan orang yang beribadah karena mengharap ridha Allah.
Begitu pula seseorang yang ingin berhijrah. Jika niatnya hanya mengikuti tren, maka semangatnya akan mudah pudar. Namun jika niatnya karena Allah, maka ia akan tetap istiqamah meskipun menghadapi berbagai ujian.
Makna Hijrah yang Sesungguhnya
Banyak orang mengira hijrah hanya identik dengan perubahan penampilan.
Padahal makna hijrah jauh lebih luas daripada itu.
Hijrah adalah proses memperbaiki diri secara menyeluruh.
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
"Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah." (HR. Bukhari)
Artinya, siapa pun yang meninggalkan kemaksiatan menuju ketaatan, maka ia sedang berhijrah.
Siapa pun yang meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik, maka ia sedang berhijrah.
Siapa pun yang memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia, maka ia sedang menjalani perjalanan hijrah.
Hijrah Dimulai Dari Niat
Untuk...
1. Meninggalkan Maksiat dan Kebiasaan Buruk
Setiap manusia memiliki kekurangan dan dosa.
Hijrah dimulai ketika seseorang bertekad meninggalkan kebiasaan yang tidak diridhai Allah.
Mulai dari menjaga lisan, menjaga pandangan, meninggalkan ghibah, fitnah, serta berbagai perbuatan yang merusak hati.
2. Memperbaiki Diri dan Mendekat Kepada Allah
Hijrah bukan hanya meninggalkan yang buruk.
Tetapi juga memperbanyak amal kebaikan.
Memperbaiki kualitas shalat.
Memperbanyak membaca Al-Qur'an.
Memperbanyak dzikir dan doa.
Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
3. Menebar Kebaikan dan Manfaat
Seorang muslim yang berhijrah akan berusaha menjadi manusia yang lebih bermanfaat.
Bukan hanya memikirkan dirinya sendiri.
Tetapi juga peduli terhadap keluarga, tetangga, masyarakat, dan umat.
Karena Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad)
4. Menjaga Hati, Lisan dan Perbuatan
Hijrah sejati tidak hanya terlihat dari luar.
Tetapi juga tampak dari kebersihan hati.
Menjauhi iri, dengki, sombong dan prasangka buruk.
Mengendalikan ucapan agar tidak menyakiti orang lain.
Serta menjaga perilaku agar selalu mencerminkan akhlak mulia.
Perubahan Besar Berawal dari Langkah Kecil
Banyak orang ingin langsung berubah secara drastis.
Padahal perubahan yang bertahan lama biasanya dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara istiqamah.
Mulailah dari:✅ Shalat tepat waktu
✅ Membaca Al-Qur'an beberapa ayat setiap hari
✅ Bersedekah meskipun sedikit
✅ Menjaga ucapan
✅ Memperbanyak istighfar
Sedikit demi sedikit, Allah akan membimbing kita menuju perubahan yang lebih besar.
Tahun Baru Hijriah Adalah Momentum Memulai
Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka.
Tetapi momentum untuk memperbaharui niat.
Membuka lembaran baru kehidupan.
Memperbaiki kesalahan masa lalu.
Dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Hijrah bukan perjalanan satu hari.
"Hijrah dimulai dari niat. Niat yang benar akan melahirkan langkah yang benar, dan langkah yang benar akan mengantarkan kepada ridha Allah."
Abdul Rochim, S.H.
Penyuluh Agama Islam KUA Winong
📘 Facebook :
mazkiemochiem
📷 Instagram :
@mazkiemochiem
🎵 TikTok : @mazkiemochiem
▶️ YouTube : Lengera 3429





