بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
أَمَّا
بَعْدُ
Alhamdulillāh, segala puji
hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan kepada kita nikmat
iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga pada hari ini kita
masih dapat berkumpul dalam majelis ilmu yang insyaAllah penuh keberkahan.
Shalawat serta salam semoga
selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
kepada keluarga beliau, para sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in, dan seluruh
pengikut beliau hingga akhir zaman.
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan
menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena sebaik-baik
bekal kehidupan adalah ketakwaan.
"Keutamaan Memasuki Bulan Dzulhijjah"
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
(الفجر:
١–٢)وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Artinya:
"Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh."
Para ulama tafsir seperti Ibnu Katsir menjelaskan bahwa
yang dimaksud sepuluh malam dalam ayat tersebut adalah sepuluh hari pertama
bulan Dzulhijjah.
Hadis Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ
bersabda:
مَا
مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ
الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
قَالُوا:
وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟
(رواه
البخاري) قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ
اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ
بِشَيْءٍ
Artinya:
"Tidak ada hari-hari yang amal saleh pada hari itu
lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini." Para sahabat bertanya:
"Termasuk jihad di jalan Allah?" Nabi menjawab: "Termasuk jihad,
kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu tidak
kembali sedikit pun."
Mengapa Dzulhijjah Sangat Istimewa?
Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang memiliki banyak
kemuliaan.
Di dalamnya terdapat
pelaksanaan ibadah haji, hari Arafah, ibadah kurban, hari raya Idul Adha, dan
sepuluh hari terbaik dalam setahun.
Bahkan sebagian
ulama menjelaskan bahwa siang hari sepuluh Dzulhijjah lebih utama daripada
hari-hari lainnya.
Maka orang yang cerdas adalah yang memanfaatkan kesempatan
emas ini.
Amalan yang Dianjurkan pada Awal Dzulhijjah
Mari kita hidupkan hari-hari mulia ini dengan:
1. Memperbanyak shalat sunnah
2. Memperbanyak membaca Al-Qur'an
3. Memperbanyak dzikir
Seperti membaca سُبْحَانَ اللَّهِ, وَالْحَمْدُ لِلَّهِ, وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ, وَاللَّهُ أَكْبَرُ
4. Bersedekah
5. Berpuasa sunnah
6. Memperbanyak istighfar dan doa
Kisah Hikmah
Dahulu para ulama salaf ketika
memasuki sepuluh hari pertama Dzulhijjah memperbanyak ibadah dengan
sungguh-sungguh.
Diriwayatkan bahwa Sa'id bin
Jubair رحمه الله apabila telah masuk sepuluh hari pertama
Dzulhijjah, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah sampai hampir-hampir tidak
mampu menambah lagi amalnya.
Beliau berkata:
"Janganlah kalian
padamkan pelita amal pada hari-hari yang penuh keberkahan ini."
Mari kita renungkan,
Sudahkah kita menyambut Dzulhijjah dengan semangat ibadah?
Ataukah kita justru sibuk dengan urusan dunia?
Sudahkah kita mempersiapkan amal terbaik?
Karena boleh jadi Dzulhijjah tahun ini menjadi Dzulhijjah
terakhir bagi kita.
Banyak kesempatan datang dalam hidup, tetapi tidak semua kesempatan kembali lagi.
Dzulhijjah adalah musim pahala.
Pedagang dunia memanfaatkan musim keuntungan.
Maka seorang mukmin juga harus memanfaatkan musim pahala
dari Allah.
Jangan sampai kita menyesal ketika kesempatan itu berlalu.
اَللَّهُمَّ
بَلِّغْنَا فَضْلَ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْمُبَارَكَةِ، وَأَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ
وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
"Ya Allah, sampaikanlah kami pada keberkahan hari-hari
yang mulia ini, dan bantulah kami untuk berdzikir, bersyukur, dan beribadah
dengan baik kepada-Mu."
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang
memanfaatkan bulan Dzulhijjah dengan amal saleh dan menjadikan hidup kita penuh
keberkahan.
آمِيْن
يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Abdul Rochim, S.H.
Penyuluh Agama Islam KUA Winong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar