Sedekah Pembuka Keberkahan
Memaknai Tradisi Sedekah Bumi dengan Nilai Syukur
dan Kepedulian Sosial
السَّلَامُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ
اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا
بَعْدُ
Marilah kita senantiasa
meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan
menjauhi larangan-Nya. Karena tidak ada bekal terbaik dalam kehidupan ini
selain ketakwaan.
Di tengah masyarakat
Indonesia, khususnya di pedesaan, saat ini banyak berlangsung tradisi sedekah
bumi. Kegiatan ini biasanya diisi dengan doa bersama, berbagi makanan, santunan,
pengajian, dan ungkapan rasa syukur atas hasil bumi serta nikmat Allah
Subhanahu wa Ta’ala.
Sebagai umat Islam,
tradisi yang baik hendaknya diarahkan menjadi sarana memperkuat syukur kepada
Allah, mempererat persaudaraan, memperbanyak sedekah, dan mendekatkan diri
kepada Allah.
Karena hakikat
keberkahan bumi bukan berasal dari ritual adat semata, tetapi dari ketaatan,
doa, dan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman:
(إبراهيم:
٧) لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Artinya:
"Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan
menambah nikmat kepada kalian."
Dan Allah juga berfirman:
(البقرة:
٢٦١) مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ
Artinya:
"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di
jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai."
Rasulullah ﷺ
bersabda:
(رواه
مسلم) مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
Artinya:
"Sedekah tidak akan mengurangi harta."
Hadis ini mengajarkan
bahwa berbagi kepada sesama justru membuka pintu keberkahan hidup.
Sedekah Bumi dalam
Nilai Islam
Tradisi sedekah bumi
akan menjadi baik apabila diisi dengan doa kepada Allah, pengajian, sedekah
kepada fakir miskin, santunan anak yatim, mempererat silaturahmi, dan ungkapan
rasa syukur atas nikmat hasil panen serta rezeki dari Allah.
Karena pada hakikatnya bumi
adalah ciptaan Allah, hasil panen adalah pemberian Allah, hujan turun atas izin
Allah, dan seluruh rezeki berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maka rasa syukur itu
harus dikembalikan kepada Allah, bukan kepada selain-Nya.
Sedekah sebagai Bentuk
Syukur
Sering kali manusia
menikmati hasil panen, usaha, dan kekayaan, tetapi lupa berbagi kepada sesama.
Padahal keberkahan
rezeki akan semakin bertambah ketika digunakan untuk membantu tetangga, memberi
makan fakir miskin, membantu pembangunan masjid, mendukung pendidikan anak
yatim, dan kegiatan sosial keagamaan.
Inilah makna sedekah yang sesungguhnya.
Jangan Berlebihan dan
Bermewah-Mewahan
Dalam pelaksanaan
sedekah bumi, hendaknya kita menjauhi pemborosan, hiburan yang melalaikan, kemaksiatan,
atau keyakinan yang bertentangan dengan aqidah Islam.
Karena keberkahan tidak
akan datang dari kemaksiatan.
Allah Ta’ala berfirman:
(الأنعام:
١٤١) وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya:
"Janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."
Kisah Hikmah
Para ulama salaf dahulu
ketika mendapatkan hasil panen atau rezeki, mereka memperbanyak sedekah, syukur,
dan membantu orang miskin.
Karena mereka yakin:
“Harta yang dibagikan
di jalan Allah tidak akan membuat miskin.”
Bahkan keberkahan hidup
sering hadir melalui kepedulian terhadap sesama.
Mari kita renungkan:
apakah selama ini kita sudah bersyukur atas nikmat
bumi?
apakah hasil rezeki kita sudah dibagikan kepada yang
membutuhkan?
apakah tradisi yang kita lakukan semakin mendekatkan
diri kepada Allah?
Karena tradisi yang
baik adalah tradisi yang membawa manfaat, persaudaraan, dan nilai ibadah.
Mari jadikan momentum
sedekah bumi sebagai sarana memperkuat syukur, mempererat ukhuwah, memperbanyak
sedekah, dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Semoga bumi kita diberi
keberkahan, dijauhkan dari bencana, dilimpahi hasil yang baik, dan
masyarakatnya hidup rukun serta penuh keberkahan.
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
وَالسَّلَامُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Abdul Rochim, S.H.
Penyuluh Agama Islam KUA Winong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar