Minggu, 24 Mei 2026

Hari Tarwiyah : Menyiapkan Hati Menuju Ketaatan

 

 السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أَمَّا بَعْدُ

Pernahkah Kita Memikirkan Ini?

Saat akan bepergian jauh, kita menyiapkan banyak hal:

pakaian
uang saku
makanan
kendaraan
bahkan daftar barang agar tidak ada yang tertinggal

Namun ada satu pertanyaan yang perlu kita renungkan:

Sudahkah kita menyiapkan bekal untuk perjalanan menuju Allah?

Di bulan Dzulhijjah, umat Islam mengenal Hari Tarwiyah, yaitu tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Arafah. Di balik hari ini tersimpan pelajaran yang sangat dalam tentang persiapan, bekal, dan ketakwaan.

 

Apa Itu Hari Tarwiyah?

Secara bahasa, kata Tarwiyah berasal dari kata:

رَوَى – يَرْوِي

yang bermakna membawa persediaan air atau mempersiapkan bekal.

Pada masa dahulu, para jamaah haji menyiapkan air sebelum menuju Mina dan Arafah.


Namun jika direnungkan lebih dalam, Hari Tarwiyah bukan sekadar tentang persiapan fisik, melainkan juga pengingat bahwa hidup ini adalah perjalanan panjang yang membutuhkan bekal terbaik.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ (البقرة: ١٩٧

Artinya:

"Berbekallah kalian karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah ketakwaan."

Manusia Sering Sibuk Menyiapkan yang Dekat, Tetapi Lupa dengan yang Jauh

Realitas hari ini menarik untuk diperhatikan.

Kita menyiapkan:

  • gawai terbaru
  • pekerjaan
  • rumah
  • tabungan
  • kendaraan

Tetapi sering lupa menyiapkan:

  • shalat yang khusyuk
  • bacaan Al-Qur'an
  • amal saleh
  • hati yang bersih
  • taubat dan istighfar

Padahal perjalanan dunia hanya sementara, sedangkan perjalanan akhirat tidak ada batas akhirnya.

 

Hari Tarwiyah dan Kehidupan Kita Hari Ini

Banyak orang memiliki jadwal yang penuh.

Bangun pagi, bekerja, rapat, membuka media sosial, mengejar target, lalu kembali tidur.

Hari berganti begitu cepat.

Kadang tanpa disadari, kita sibuk memperbarui status media sosial tetapi lupa memperbarui hubungan dengan Allah.


Kita sibuk mengisi baterai tele
pon genggam hingga penuh, tetapi membiarkan hati kosong dari dzikir.

Padahal hati juga membutuhkan "isi ulang".


Isi ulang hati dilakukan dengan:

  • memperbanyak istighfar
  • membaca Al-Qur'an
  • berdzikir
  • memperbaiki niat
  • memperbanyak amal saleh


Pesan Hikmah Hari Ini

Hari Tarwiyah mengajarkan bahwa persiapan bukan hanya urusan dunia, tetapi juga urusan akhirat.

Jangan hanya menyiapkan hidup untuk esok hari.

Siapkan juga kehidupan setelah hari ini.

Karena pada akhirnya bukan jabatan, harta, atau popularitas yang menemani kita, tetapi amal yang pernah kita lakukan.

 

Muhasabah Diri

Coba tanyakan pada diri sendiri:

  • Sudahkah shalat kita semakin baik?
  • Sudahkah kita memperbanyak istighfar?
  • Sudahkah kita menyiapkan amal jariyah?
  • Sudahkah hati kita dekat dengan Allah?

Karena bekal terbaik bukanlah apa yang kita miliki, tetapi apa yang kita bawa menuju akhirat.

 "Jangan hanya mempersiapkan perjalanan dunia yang beberapa jam, tetapi persiapkan juga perjalanan menuju Allah yang berlangsung selamanya."

 وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ


Abdul Rochim, S.H.
Penyuluh Agama Islam KUA Winong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hari Tarwiyah : Menyiapkan Hati Menuju Ketaatan

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، ن...