السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
أَمَّا بَعْدُ
Pernahkah Kita Memikirkan Ini?
Saat akan bepergian jauh, kita menyiapkan banyak hal:
✔ pakaian
✔ uang saku
✔ makanan
✔ kendaraan
✔ bahkan daftar barang agar tidak ada yang tertinggal
Namun ada satu pertanyaan yang perlu kita renungkan:
Sudahkah kita menyiapkan bekal untuk perjalanan menuju
Allah?
Di bulan Dzulhijjah, umat Islam mengenal Hari Tarwiyah,
yaitu tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Arafah. Di balik hari
ini tersimpan pelajaran yang sangat dalam tentang persiapan, bekal, dan
ketakwaan.
Apa Itu Hari Tarwiyah?
Secara bahasa, kata Tarwiyah berasal dari kata:
رَوَى – يَرْوِي
yang bermakna membawa persediaan air atau mempersiapkan
bekal.
Pada masa dahulu, para jamaah haji menyiapkan air sebelum
menuju Mina dan Arafah.
Namun jika direnungkan lebih dalam, Hari Tarwiyah bukan sekadar tentang persiapan fisik, melainkan juga pengingat bahwa hidup ini adalah perjalanan panjang yang membutuhkan bekal terbaik.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ (البقرة: ١٩٧)
Artinya:
"Berbekallah kalian karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah ketakwaan."
Manusia Sering Sibuk Menyiapkan yang Dekat, Tetapi Lupa dengan yang Jauh
Realitas hari ini menarik untuk diperhatikan.
Kita menyiapkan:
- gawai terbaru
- pekerjaan
- rumah
- tabungan
- kendaraan
Tetapi sering lupa menyiapkan:
- shalat yang khusyuk
- bacaan Al-Qur'an
- amal saleh
- hati yang bersih
- taubat dan istighfar
Padahal perjalanan dunia hanya sementara, sedangkan
perjalanan akhirat tidak ada batas akhirnya.
Hari Tarwiyah dan Kehidupan Kita Hari Ini
Banyak orang memiliki jadwal yang penuh.
Bangun pagi, bekerja, rapat, membuka media sosial, mengejar
target, lalu kembali tidur.
Hari berganti begitu cepat.
Kadang tanpa disadari, kita sibuk memperbarui status media
sosial tetapi lupa memperbarui hubungan dengan Allah.
Kita sibuk mengisi baterai tele
pon genggam hingga penuh,
tetapi membiarkan hati kosong dari dzikir.
Padahal hati juga membutuhkan "isi ulang".
Isi ulang hati dilakukan dengan:
- memperbanyak istighfar
- membaca Al-Qur'an
- berdzikir
- memperbaiki niat
- memperbanyak amal saleh
Pesan Hikmah Hari Ini
Hari Tarwiyah mengajarkan bahwa persiapan bukan hanya
urusan dunia, tetapi juga urusan akhirat.
Jangan hanya menyiapkan hidup untuk esok hari.
Siapkan juga kehidupan setelah hari ini.
Karena pada akhirnya bukan jabatan, harta, atau popularitas
yang menemani kita, tetapi amal yang pernah kita lakukan.
Muhasabah Diri
Coba tanyakan pada diri sendiri:
- Sudahkah
shalat kita semakin baik?
- Sudahkah
kita memperbanyak istighfar?
- Sudahkah
kita menyiapkan amal jariyah?
- Sudahkah
hati kita dekat dengan Allah?
Karena bekal terbaik bukanlah apa yang kita miliki, tetapi
apa yang kita bawa menuju akhirat.
Abdul Rochim, S.H.
Penyuluh Agama Islam KUA Winong

Tidak ada komentar:
Posting Komentar