Rabu, 22 Juli 2026
Tetap Teguh di Tengah Ketidakpastian: Aqidah yang Kokoh, Akhlak yang Mulia
Assalāmu'alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Alhamdulillāhi
Rabbil 'ālamīn. Segala puji hanya milik Allah Subḥānahu wa Ta'ālā yang telah
melimpahkan nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan kepada kita untuk
kembali berkumpul dalam majelis ilmu, meskipun melalui media podcast.
Shalawat dan
salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga beliau, para
sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Saudaraku
yang dirahmati Allah...
Beberapa
waktu terakhir, banyak di antara kita merasakan kegelisahan. Harga kebutuhan
pokok berubah, peluang usaha naik turun, lapangan pekerjaan menjadi tantangan,
dan berbagai kebijakan yang terus berkembang membuat sebagian orang
bertanya-tanya tentang masa depan.
Dalam
keadaan seperti ini, seorang mukmin perlu memiliki pegangan yang kokoh.
Pegangan itu bukan sekadar kemampuan membaca situasi, tetapi aqidah yang benar
dan akhlak yang mulia. Itulah yang akan kita bahas hari ini.
Dunia Memang Tempat Ujian
Saudaraku...
Allah tidak
pernah menjanjikan bahwa kehidupan dunia akan selalu mudah.
Justru Allah
mengingatkan bahwa dunia adalah tempat ujian.
Allah SWT
berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ
بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ
وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
"Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 155)
Perhatikan
ayat ini.
Allah tidak
mengatakan "jika" ujian datang.
Tetapi Allah
mengatakan "Kami pasti akan menguji kalian."
Artinya,
ujian adalah bagian dari kehidupan setiap manusia.
Yang
membedakan bukan siapa yang diuji.
Tetapi
bagaimana seseorang menghadapi ujian itu.
Aqidah Mengajarkan Tawakal, Bukan Putus Asa
![]() |
| SPORTIFY LENTERA |
Allah
berfirman:
وَمَا
مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
"Tidak ada satu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah yang menjamin rezekinya." (QS. Hud: 6)
Ini bukan
berarti kita berpangku tangan.
Nabi ﷺ mengajarkan keseimbangan
antara tawakal dan ikhtiar.
Beliau
bersabda:
"Seandainya
kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian
akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Burung itu pergi pada pagi
hari dalam keadaan lapar dan pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang."
(HR.
Ahmad dan at-Tirmidzi, dinilai sahih oleh sebagian ulama)
Perhatikan,
burung tidak menunggu makanan datang ke sarangnya. Ia terbang, berusaha, lalu
bertawakal. Demikian pula seorang mukmin.
Jangan
Mudah Terprovokasi
Di masa yang
penuh informasi seperti sekarang, kita mudah menerima berita yang belum tentu
benar.
Allah SWT
mengingatkan:
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kalian seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya." (QS. Al-Hujurat: 6)
Akhlak
seorang muslim adalah menjaga lisan dan jemarinya. Jangan menyebarkan kabar
yang belum jelas. Jangan menambah keresahan masyarakat dengan informasi yang
tidak terverifikasi.
Sabar
Bukan Berarti Pasrah
"الصبر
بمنزلة الرأس من الجسد"
"Kedudukan
sabar terhadap iman seperti kepala terhadap tubuh." ('Uddatush
Shabirin)
Sabar
memiliki tiga bentuk:
1.
Sabar dalam menaati Allah.
2.
Sabar meninggalkan maksiat.
3.
Sabar menghadapi takdir yang tidak menyenangkan.
Maka ketika
ekonomi sedang sulit, jangan tinggalkan shalat.
Ketika usaha
menurun, jangan mencari jalan yang haram.
Ketika
keadaan belum sesuai harapan, jangan putus asa dari rahmat Allah.
Menjadi
Penebar Optimisme
Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam
menebarkan harapan.
Saat Perang
Khandaq, kaum muslimin berada dalam keadaan sulit. Namun Rasulullah ﷺ tetap menanamkan optimisme dan
mengingatkan bahwa pertolongan Allah pasti datang.
Allah
berfirman:
فَإِنَّ
مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Asy-Syarh: 5–6)
Perhatikan,
Allah tidak mengatakan "setelah kesulitan", tetapi "bersama
kesulitan". Ini memberi harapan bahwa di tengah ujian pun Allah
menghadirkan jalan keluar.
Ikhtiar yang Diberkahi
Dalam
menghadapi kondisi yang tidak menentu, mari lakukan ikhtiar yang diridhai
Allah:
- Perbanyak doa dan istighfar.
- Jaga shalat lima waktu dan
perbanyak shalat sunnah.
- Tingkatkan keterampilan dan etos
kerja.
- Hindari utang yang tidak perlu.
- Perkuat silaturahmi dan gotong
royong.
- Sisihkan sebagian rezeki untuk
sedekah, meskipun sedikit.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"مَا
نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ"
"Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim)
Saudaraku...
Keadaan
boleh berubah.
Ekonomi bisa
naik dan turun.
Situasi
sosial dapat mengalami pasang surut.
Namun jangan
biarkan iman kita ikut goyah.
Peganglah
aqidah dengan kuat.
Hiasi diri
dengan akhlak yang mulia.
Teruslah
berikhtiar, bersabar, bertawakal, dan berdoa.
Semoga Allah
menjaga negeri kita, memberikan keberkahan kepada para pemimpinnya agar mampu
menunaikan amanah dengan adil, melapangkan rezeki masyarakat, menguatkan
persatuan, serta menjadikan kita hamba-hamba yang tetap teguh dalam iman di
setiap keadaan.
رَبَّنَا
أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ
الْكَافِرِينَ
"Ya
Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, teguhkanlah pendirian
kami..."
(QS. Al-Baqarah: 250)
Aamiin yā
Rabbal 'ālamīn.
Wassalāmu'alaikum
warahmatullāhi wabarakātuh.
Abdul Rochim, S.H.
Penyuluh Agama Islam KUA Winong
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati
-
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، ن...
-
Idul Adha: Belajar Ikhlas, Berkorban, dan Menguatkan Ukhuwah Oleh: Abdul Rochim, S.H. Penyuluh Agama Islam KUA Winong Hari Raya I...
-
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِالل...
