Kamis, 07 Mei 2020

Ramadhan sudah didepan mata, Belajar lagi yuk......

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ilustrasi Shalat Tarawih
Tak terasa bulan yg dinanti² umat Islam diseluruh dunia kan segera tiba, Insya Allah tdk sampé 1 pekan lagi.
Yuk, sambut bulan nan penuh ampunan dan pelipatgandaan pahala dgn menambah ilmu kita berkenaan dgn puasa.
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” 
Syarat Wajib Puasa:
  1. Islam
  2. Baligh
  3. Berakal
  4. Sehat
  5. Bermukim (Tidak Musafir)
  6. Suci (Bersih Dari Haid Dan Nifas)
Syarat Sah Puasa :
  1. Islam
  2. Berakal & Mumayyiz
  3. Suci (Bersih Dari Haid Dan Nifas)
  4. Telah masuk bulan Ramadhan (Baik secara Rukyah maupun Hisab)
Rukun-Rukun Puasa :
  1. Orang Yang Puasa
  2. Berniat
  3. Menahan Diri Dari Hal² Yang Membatalkan Puasa
Hal² Yang Dapat Membatalkan Puasa:
  1. Makan Dan Minum Dengan Sengaja
  2. Memasukkan Dengan Sengaja Benda Ke Dalam Rongga Yang Terbuka. Seperti (lubang , 2 lubang kemaluan)
  3. Muntah Dengan Sengaja.
  4. Keluar Haid & Nifas
  5. Gila (hilang akal)
  6. Murtad
  7. Keluar Mani Dengan Sengaja
  8. Bersetubuh Di Siang Hari
yang disunahkan Ketika Puasa :
  1. 1Menyegerakan Berbuka Puasa
  2. Berbuka Dengan Kurma/Yang Manis²
  3. Membaca Doa
  4. Mengakhirkan Sahur
  5. Memperbanyak Membaca Al-Quran, Berzikir, Berselawat Dan Melakukan Amal Kebajikan
  6. Memperbanyak Shodaqoh
  7. Menjauhkan Diri Dari percakapan yg tdk ada gunanya
  8. Mandi Junub Lebih awal Sebelum Masuk Waktu Subuh
  9. Shalat Tarawih Berjam'ah
Makruh Ketika Puasa :
  1. Suntik
  2. Melakukan Bekam
  3. Berkumur-Kumur
  4. Memasukkan Air Ke Dalam Rongga Hidung Secara Berlebihan
  5. Mandi Yang Berlebihan
  6. Mencicipi Makanan
5 HAL YG MENGHILANGKAN PAHALA PUASA
  1. Berdusta
  2. Ghibah
  3. Ado Domba
  4. Sumpah palsu
  5. Memandang dgn sahwat (termasuk hal pornografi)
  6. Mengeluarkan kata kata kotor dan caci maki
Golongan Yang Wajib Qada' Puasa :
  1. rang Sakit Yang Masih Ada Harapan Untuk Sembuh
  2. Orang Yang Musafir (Bukan Kerana Maksiat)
  3. Orang Yang Kedatangan Haid Dan Nifas
  4. Orang Yang Meninggalkan Niat Puasa
  5. Orang Yang Sengaja Melakukan Perkara2 Yang Membatalkan Puasa
  6. Orang Yang Mabuk
Mereka Yang Di Kenakan Membayar Fidyah Puasa :
  1. Mereka Yang Tidak Dapat Mengqada'kan Puasa Sehingga Masuk Ramadhan Kali Kedua - (Fidyahnya : 1 Mud Beras Untuk Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Di Samping Mengqada' Puasa) Untuk Masa Setahun Tertinggal. Kalau Tidak Di Qada' Dan Telah Lewat 2 Tahun Maka Di Kenakan 2 Mud Beras, Tetapi Puasanya Tetap Juga 1 Hari (Tiada Tambahan)
  2. Orang Sakit Yang Tidak Ada Harapan Untuk Sembuh
  3. Orang Yang Terlalu Tua Dan Tidak Berdaya Untuk Berpuasa
  4. Orang Yang Ada Qada' Puasa Tetapi Meninggal Dunia Sebelum Sempat Membayarnya (Fidyahnya : Di Keluarkan Oleh Kerabat Si Mayyit/Di Ambil Dari Hartanya)
  5. Perempuan Yang Mengandung/Yang Menyusukan Anaknya Harus Mengqada' Puasa Dan Membayar Fidyah 1 Mud Beras Sejumlah Hari Yang Di Tinggalkan.
Kafarat Bersetubuh Di Bulan Ramadhan :
Orang Yang Bersetubuh Pada Siang Hari Bulan Ramadhan, Maka Kedua2nya (Suami Isteri) Tersebut Harus Mengqada' Puasanya Dan Wajib Membayar Kafarat (Denda) Seperti :
  1. Memerdekakan Seorang Hamba Mukmin L/P (Apabila Tidak Mampu)
  2. Berpuasa 2 Bulan Berturut-Turut Tanpa Terputus (Kalau Tidak Berdaya)
  3. Memberi Makan Kepada 60 Orang Fakir Miskin
Walau Bagaimana Pun, Jika Persetubuhan Itu Di Lakukan Kerana Terlupa, Jahil Tentang Haramnya/Di Paksa Ke Atasnya Tidaklah Wajib Kifarat
Tingkatan Puasa :
  1. Puasa Umum - Sekadar Menahan Makan, Minum Dan Keinginan Berjimak
  2. Puasa Khusus - Memelihara Mata, Telinga, Lidah, Tangan Dan Kaki Daripada Melakukan Dosa Selain Menahan Diri Daripada Perkara Di Atas
  3. Puasa Khusus Al-Khusus - Merangkumi puasa Di Atas Dan Di Sempurnakan Pula Dengan Puasa Hati Daripada Semua Keinginan Zahir Dan Batin
Mereka Yang Di Benarkan Meninggalkan Puasa :
  1. Orang Yang Hilang Daya Upaya Seperti Sakit Yang Apabila Berpuasa Akan Menambahkan Keudzuran
  2. Orang Musafir
  3. Org Yang Terlalu Tua Dan Amat Lemah
  4. Orang Yang Tersangat Lapar Dan Dahaga
  5. Perempuan Hamil/Menyusukan Anaknya Yang Apabila Berpuasa Boleh Memudaratkan Diri/Anak Yang Di Susui Itu
Selamat Menyambut Datangnya Bulan Ramadhan Kepada Umat Islam, Mukminin Dan Mukminat..
Semoga Puasa Pada Tahun Ini Memberi Manfaat Kepada Kita..
Semoga Puasa Pada Tahun Ini Lebih Mudah Daripada Tahun Sebelumnya Dan Membanyakkan Kita Membuat Amal Ja'riah..
Ãmiin

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Selamat siang sahabat Berbagi Itu Indah, semoga kalian senantiasa dalam lindungan Allah SWT.آمين
puasanya masih lancar kan.... semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memudahkan kita..... 
Sungguh bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Selain sebagai wahana menjalankan kewajiban kepada sang Pencipta, bulan Ramadhan juga menghadirkan sarana untuk melipatgandakan pahala. Banyak amalan-amalan sunah yang dapat kita lakukan selama bulan Ramadhan untuk menambah tabungan amal kita. Dan kesemuanya itu bukanlah amalan yang sulit untuk dilakukan, hanya butuh kemauan kita, keinginan kita, niat kita ......
Apa saja 9 amalan - amalan sunah tersebut?
Pertama, mengakhirkan sahur. 
Dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, kita disunahkan mengakhirkan sahur.
“Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan,” (HR al-Bukhari). 
Aktivitas sahur sendiri tercapai dengan menyantap sesuatu walaupun hanya sedikit atau hanya seteguk air. Waktunya adalah selepas tengah malam. Utamanya, ia diakhirkan selama tidak sampai masuk waktu yang diragukan: apakah masih malam atau sudah terbit fajar. Dalam hadis lain,
Rasulullah menandaskan: 
“Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka,” (HR Ahmad).
Kedua, menyegerakan berbuka sebelum shalat maghrib. Namun, itu tentu dilakukan setelah yakin masuk waktu maghrib, berdasarkan hadis di atas. Saat pertama berbuka, sunnahnya dilakukan dengan kurma. Jika tidak ada, hendaknya dengan air, berdasarkan sabda Rasulullah:
“Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab, air itu menyucikan,” (HR Abu Dawud). 
Rasulullah SAW senantias berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada maka dengan kurma kering(tamer). Jika tidak ada jugfa, beliau berbuka dengan air putih. Bagaimana seandainya tidak ada kurma dan air, yang ada misalnya madu dan susu, maka dahulukanlah madu walaupun sama-sama manis. 
Ketiga, membaca doa yang ma‘tsur sebelum atau setelah berbuka, antara lain dengan doa berikut: 

“Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, atas rezeki-Mu aku berbuka, hanya kepada-Mu aku bertawakal. Sungguh, rasa haus sudah sirna, urat-urat sudah basah, dan balasan sudah tetap, insya Allah. Wahai Dzat yang maha luas karunia-Nya, ampunilah aku. Segala puji hanya milik Allah Dzat yang telah memberiku petunjuk, hingga aku kuat berpuasa. Lalu Dia memberiku rezeki, hingga aku bisa berbuka.” 
Atau dengan doa yang lebih pendek dan masyhur: 
“Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, atas rezeki-Mu aku berbuka, berkat rahmat-Mu, wahai Dzat yang maha penyayang di antara para penyayang.”
Keempat, mandi besar dari junub, haid, atau nifas sebelum terbit fajar agar bisa menuanikan ibadah dalam keadaan suci, di samping khawatir masuk air ke mulut, telinga, anus, dan sebagainya jika mandi setelah fajar. Kendati tidak bersedia mandi seluruh tubuh sebelum fajar, hendaknya mencuci bagian bagian tersebut (yang sekiranya rawan masuk air) disertai dengan niat mandi besar. 
Kelima, menahan lisan dari perkara-perkara yang tak berguna, apalagi perkara haram, seperti berbohong dan mengumpat. Sebab, semuanya akan menggugurkan pahala puasa. 
Keenam, menahan diri dari segala hal yang tak sejalan dengan hikmah puasa, meskipun itu tidak sampai membatalkan, seperti berlebihan dalam mengadakan makanan atau minuman, bersenang senang dengan perkara-perkara yang sejalan dengan keinginan dan kepuasan nafsu, baik yang didengar (seperti musik), ditonton, disentuh, diraba, dicium, dan sebagainya. Sebab semua itu tak
seiring dengan hikmah dari ibadah puasa.

Ketujuh, memperbanyak sedekah, baik kepada keluarga, kaum kerabat, maupun tetangga. Berilah mereka makanan secukupnya. Kendati tidak ada, jangan sampai luput walau hanya seteguk air atau sebiji kurma, berdasarkan sabda Rasulullah saw.:
“Siapa saja yang memberi makanan berbuka kepada seorang yang berpuasa, maka dicatat baginya pahala seperti orang puasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut,” (HR Ahmad)
Selain itu, juga sebaiknya memperbanyak baca Al-Quran, belajar Al-Quran, menuntut ilmu, berdzikir,  berbuat baik di mana pun, walaupun saat berada di jalan. Dasarnya adalah Rasulullah saw. Selalu memeriksa hapalan Al-Quran-nya kepada malaikat Jibril setiap malam di bulan Ramadhan.
Kedelapan, memperbanyak i'tikaf di masjid. Sebaiknya dilakukan sebulan penuh. Jika tidak, sepuluh malam terakhir diutamakan. Sebab, jika memasuki sepuluh malam terakhir, Rasulullah saw. Selalu menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggang sebagai bentuk kesiapan menjalankan ibadah. 
Kesembilan, mengkhatamkan Al-Quran setidaknya sekali selama bulan Ramadan. Maksimalnya tentu sebanyak-banyaknya, seperti para ulama terdahulu. Bahkan, setiap bulan Ramadhan, Imam al-Syafi‘i mengkhatamkannya hingga 60 kali.
Demikian 9 amalan sunah yang dapat kita lakukan di bulan Ramadhan, dan tentunya masih banyak amalan - amalan lainnya, bukan hanya 9 yang saya sampaikan tersebut. 
Semoga kita dapat mengamalkannya dan mendapatkan puasa kita yang 
إيمانًا واحتسابًا غفر له ما تقدم من ذنبه
آمين
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sabtu, 25 April 2020

3 Perbuatan Yang Dapat Mengakibatkan Su'ul Khotimah



Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh
Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan 1441 H, semoga kita dapat menjalankanya dengan penuh keimanan, keikhlasan, kesabaran dan ketabahan. Amin.
Dibulan puasa ini saya ingin menulis sebuah materi pengajian yang pernah disampaikan oleh Ustadz Moh. Din Hadi, M.Pd.I. pada sebuah pengajian tanggal 25 Februari 2020 yang lalu, mengenai 3 perkara atau perbuatan yang dapat membuat sesorang mengakhiri hidupnya dengan su'ul khotimah, Naudzubillahi min dzalik. 
Banyak hal yang oleh kita menganggapnya sebagi sesuatu yang biasa dan lumrah-lumrah saja, akan tetapi sejatinya perbuatan tersebut adalah termasuk perbuatan dosa besar,  bakan apabila kita tidak sempat bertaubat sebelum meninggal dunia akan terbawa bersama kematian kita dan mengakibatkan su'ul khotimah. Naudzu billahi min dzalik. Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari yang demikian tersebut. Amin.

"QS. Nisa' : 31 :

Adapun 3 (tiga) perkara atau perbuatan tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Berandai-andai. 
Terlalu dalam larut dalam penyesalan bisa menghadirkan kata "seandainya" , sebuah ungkapan perasaan yang menyatakan ketidakrelaan atau belum dapat menerima sebuah realita secara utuh, atau belum ikhlas menerima sebuah musibah atau kondisi yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Kita tahu bahwa salahsatu rukun iman yaitu percaya terhadap ketepan Allah SWT (Qadha' dan Qadhar), Jika kita mengimani ketetapan Allah SWT tersebut dengan sepenuh hati, tentulah kita bisa menerima kenyataan / keadaan tersebut dengan lapang dada, dengan ikhlas, meski sepahit apapun dan memang tidaklah semudah seperti mengucapkannya, sehingga tak lagi menghayal atau berandai-andai,..... "andai.... seandainya.... andaikan...... bila saja.... dan sebagainya. diikuti dengan menyalahkan Allah SWT, memprotes apa yang telah Allah SWT takdirkan kepadanya.
Imam Muslim dalam sebuah hadits meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : "Bersemangatlah terhadap hal-hal yang berguna bagimu, dan memohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan menjadi lemah. Jika kamu ditimpa sesuatu, jangan berkata seandainya aku berbuat begini, maka akan begini dan begitu, tetapi katakanlah Allah telah menakdirkan, dan kehendak Allah pasti dilakukan. Sebab kata "seandainya" itu dapat membuka perbuatan syaitan. " HR. Muslim). 
Dalam hadits diatas disebutkan kata “ seandainya “ merupakan sebuah pintu menuju perbuatan – perbuatan syaitan. Dimana ketika kita berandai-andai disaat mendapatkan situasi atau kondisi yang tidak kita senangi sehingga tidak rela atas ketetapan Allah SWT, maka hal tersebut pastinya akan menghadirkan murka Allah SWT. Hal tersebut bisa kita katakan sebagi pembangkangan atau penolakan atas apa yang telah Allah SWT gariskan, yang dalam bahasa perbuatan tersebut adalah sebuah PENGINGKARAN kepada Allah SWT.
2.      Riba.
Perbuatan riba seperti dengan syarat pengembalian yang memberikan keuntungan kepada si pemberi hutang.
“Setiap piutang yang mendatangkan kemanfaatan / keuntungan, maka itu adalah riba.”
Riba selain menyebabkan ibadah kita tidak diterima, juga menimbulkan bahaya yang lainnya :
a.               Dosa memakan harta dari hasil riba lebih buruk daripada dosa berzina.
b.              

Seringan-ringannya dosa riba bagaikan berzina dengan ibu kandungnya sendiri.
3.      Dosa lisan (termasuk dosa tangan)
Memelihara dosa lisan (melalui ucapan) atau tangan (melalui tulisan) seperti ghibah.  Seperti menyampaikan aib orang lain baik melalui obrolan perckapan secara langsung, maupun lewat jari jemari menekan keypad android dalam bersosial media.
Ghibah dapat menimbulkan kebencian, hasut, fitnah maupun adu domba.

Demikian ringkasan dari materi yang telah disampaikan Ustadz Moh. Din Hadi, M.Pd.I. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dan kita terhindar dari kematian yang su’ul khotmah. Amin.
Dibulan yang penuh ampunan ini, sangatlah tepat kiranya bagi kita untuk introspeksi diri dan memulai hal – hal yang baik, serta meninggalkan hal – hal yang buruk. Ibadah di bulan puasa adalah milik Allah SWT, tanpa perantara.
Jaga diri dan kesehatan, selalu jaga kebersihan.
Jangan keluar rumah / bepergian jika tidak benar-benar mendesak
Jangan berkerumun, apalagi begadang diluar rumah. Begadanglah dirumah untuk mengumandangkan ayat-ayat Allah.
Kita tetap bisa shalat tarawih berjamaah, meskipun hanya dirumah.
Kita masih tetap bisa buka bersama, bareng anggota keluarga dirumah.

Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan 1441 H. Mohon maaf lahir dan bathin atas segala salah dan khilaf.






Abdul Rochim, SH.
Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec. Winong Kab. Pati

Minggu, 12 April 2020

MENGAPA HARUS NARKOBA...?

    FK-PAI KECAMATAN WINONG 


 Assalamualaikum Wr. Wb. 
 Reamaja adalah masa yang selalu dinamis, masa yang penuh perubahan. Dimana rasa ingin tahunya sangat besar. Ingin selalu mencoba pada hal – hal yang baru. Mencari tantangan baru untuk lebih mengenal siapa diri mereka, dan tak jarang masa remaja menjadi masa pembuktian dan kebanggaan. Namun jika tidak diikuti dengan penguatan keagamaan, tak jarang masa remaja menajadi masa pengantar kepada lembah kehancuran. Gagalnya cita – cita, terputusnya pendidikan, salah pergaualan hingga menjadi penyandang gelar NARAPIDANA. Remaja atau pemuda bisa menjadi hancur masa depannya gara – gara Narkoba. Tak sedikit remaja atau pemuda yang menjadikan Narkoba sebagai tempat pelarian diri dari ketidakmampuan mereka, Narkoba dijadikan teman menghabiskan hari – harinya. Sementara mereka tidak pernah menyadarai resiko yanag ahrus mereka tanggung begitu besar dan berbahaya, baik membahayakan diri sendiri maupun orang lain. 
AKIBAT NARKOBA, Berbagai penyakit yang ditimbullkan akibat mengkonsumsi Narkoba Kenikmatan yang diberikan oleh Narkoba adalah kenikmatan semu. Kenikmatan yang sebenarnya adalah ketika penggunaan Narkotika sesuai dengan prosedur dan peruntukannya. Berbagai kenikmatan semu yang ditawarkan Narkoba berakibat rusaknya jaringan syaraf pada otak manusia, jika dilakukan secara berulang – ulang atau dalam jumlah yang cukup besar. Selain merusak jaringan syaraf otak, penyalahgunaan Narkoba juga dapat menurunkan imunitas (kekebalan tubuh) manusia. Sehingga pelaku penyalahgunaan Narkoba lebih mudah terserang penyakit. Pengguna Narkoba cenderung tidak memperdulikan kondisi dirinya, penampilan menjadi tidak enarik, nafsu makan menuurun, semangat belajar berkurang. Dan yang lebih berbahaya terkadang cenderung agresif untuk melakukan perlawanan jika tidak sesuai dengan keinginannya. Sifat Narkoba yang memberikan efek candu, membuat penggunanya selalu membutuhnya, dan menjadi ketergantungan untuk selalau mendapatkannya dan mempergunakannya. Agama Islam mengajarkan kita untuk tidak merusak diri kta sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 195: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah: 195). Bahkan pada surat yang lain, yaitu pada surat An Nisa ayat 29, Allah SWT mengatakan : “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS.An Nisa’: 29). Apakah obat – obatan saja yang dimaksud dengan Narkoba? Jawabnyha tidak.
Narkoba atau di kenal dengan istilah lain NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif Laninnya) bukan hanya mengatur tentang obat – obatan yang berupa zat padat (pil atau bubuk). Tapi juga zat Aditif lainnya yaitu yang tidak disebutkan dalam kelompok Narkotika maupun Psikotropika, diantaranya minuman keras. Sejalan dengan hal tersebut, Agama Islam juga mengharamkan minuman keras, jauh sebelum hukum atau undang – undang yang dibuat oleh manusia tersebut ada. Hal tersebut sebagaimana bunyi Surat Al Maidah ayat 90 : “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (minuman) khamr, judi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan.Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu memperoleh keberuntungan.” (QS. Al-Maidah: 90).
Begitu besar kasih sayang Allah SWT ke[ada hambanya, sehingga memberikan peringatan yang begitu keras. Dan benar adannya, penyalahgunaan Narkoba tak jarang berujung pada kematian. Atau sekurang – kurangnya menderita sakit yang berkepanjangan. Karena kekebelan tubunya yang terus menerus mengalami penurunan. Bahkan seringkali para pengguna Narkoba bertingkah atau berprilaku diluar batas nalar kemanusiaan.  
Selain kesehatan tubuh yang menjadi penebusnya, juga moralitas para pengguna Narkoba menjadi hilang. Tak ada lagi rasa malu, sungkan, apalagi sopan santun. Bahkan tak lagi takut untuk melakukan tindakan – tindakan yang melawan hukum, baik hukum agama maupun hukum negara, melakukan perbuatan yang dapat meresahkan masyarakat. Lantas, konsekwensi hukum apa yang akan mereka dapatkan dengan melakukan penyalahgunaan Narkoba tersebut? 
FK-PAI-Winong-Pati
Negara telah mengatur penggunaan Narkotika sseuai dengan peruntukannya, baik untuk keperluan medis maupun untuk keperluan penelitian dan pendidikan. 1. Undang – undang nomor 7 tahun 1997 tentang Narkotika 2. Undang – undang nomor 22 tahun 1997 tentang Psikotropika 3. Undang – undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Sanksi hukum bagi penyalahgunaan Narkoba (Narkotika , Psikotropika dan Zat Aditif Lainnya) sebagaimana disebutkan dalam pasal 111 Undang – Undang nomor 3 tahun 2009 disebutkan hukuman bagi barang siapa yang menyimpan, menanam, menyerahkan, membeli, menggunakan Narkotika golongan 1, diancam pidana penjara minimal 4 tahun dan denda Rp. 800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah). Dan pada ayat kedua dari pasal 111 tersebut menyebutkan hukumna tambahan bagi yang menanam , menyimpan, memiliki, menyeraghkan atau menggunakan nya lebih dari 5 batang atau lebih dari 1 gram, diancam pidana tambahan 1/3 dari hukuman sebagaimana yang diancamkan pada ayat 1. 
Mari kita menjaga diri kita sendiri dan keluarga kita, serta orang – orang yang kita cintai. Semoga kita terhindar dari hal – hal yang demikian, dengan senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Amin 
Wassalamualaikum Wr. Wb. 

abdul-rochim-penyuluh-agama-islam-winong-pati







ABDUL ROCHIM, SH. 
Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec. Winong Kab. Pati 
Spesialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan 
Penanggulangan Penyebaran HIV/AIDS

Selasa, 31 Maret 2020

Covid-19 tidak menjadi penghambat Proses Belajar Mengajar di Madrasah Aliyah Tarbiyatul Banin

Siswa dan siswi Madrasah Aliyah Tarbiyatul Banin Pekalongan, Winong, Pati,besok tepat tanggal 1 April 2020 akan memulai Pelaksanaan Ujian Madrasah bagi siswa - siswi kelas 12 melalui media online. Seluruh siswa dan siswi kelas 12 tak terkecuali, wajib mengikuti Ujian Online yang baru pertama kali diterapkan di madrasah tersebut. Siswa dan Siswi tampak sudah tak sabar untuk merasakan proses Ujian Madrasah melalui media online tersbut.
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScYnf05xom5l5-i48oTIkpyp4efmwSM_D0mF2yQVHDtqgAbiw/viewform?usp=sf_link
Waktu Mengerjakan Soal Tinggal : 60:00 menit!
Madrasah Aliyah Tarbiyatul Banin memiliki komitmen yang tinggi untuk menjadi bagian membangun masyarakat Indonesia yanglebih maju, lebih bermartabat, dengan meningkat pengetahuan disegala bidang keilmuan, bukan hanya berlaku bagi peserta didik nya saja, tapi juga terhadap para pendidik di Madrasah yang telah berdiri kurang lebih setengah abad itu. Dengan motto "TERDEPAN DALAM ILMU, TERPUJI DALAM LAKU" madrasah yang telah melahirkan putra putri bangsa yang mampu mengisi berbagai profesi dan posisi di masyarakat maupun di pemerintahan itu serasa tiada hentinya, danakan selalu melahirkan kader - kader bangsa yang berakhlakul karimah, serta berwawasan yang luas. Selamat menempuh Ujian Madrasah berbasis Android (UMBA) wahai siswa - siswi Madrasah Aliyah Tarbiyatul Banin, jadilah generasi yang tangguh, berfikir cerdas, berpandangan jauh kedepan, serta berprilaku yang elegan. Kejujuran adalah kunci dari ketenangan jiwa, Jujurlah pada dirimu sendiri, kepercayaan pasti akan datang menyertai. Persiapkan segala sesuatunya, baik fisik, mental, pengetahuan juga kuota internetmu. Semoga sukses menyertai kalian, Amin....... #MA.BANIN #UMBA #SUKSES.UJIAN #ALIYAH #MADRASAH #SEKOLAH #PATI #WINONG

Minggu, 09 Februari 2020

Jangan terjebak dalam Media Sosial



Media Sosial diciptakan untuk menjembatani manusia untuk berinteraksi amnusia yang satu dengan manusia yang lainnya dari dari ruang tanpa batas. Namun pada perkembangannya, penggunaan Media sosial bergeser dari tujuan utama penciptaannya. Kini media sosial lebih banyak dipakai untuk kesenangan pribadi yang terkadang merugikan orang lain. Bermedia sosial tak ubahnya bermain game online, bahkan bisa kita samakan dengan penyalahgunaan Narkoba. Ketiga-tiganyan memiliki efek negatif berupa kecanduan.
Kecanduan bermain media sosial berarti menghabiskan banyak waktu di depan layar gadget, membuat otak kelelahan, dan menurunkan kesehatan mental. Dalam kondisi yang ekstrem, bahkan bisa mendorong seseorang untuk bunuh diri.
Mari jaga keluarga kita dari pengaruh buruk bermedsos.
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. (Q.S. Albaqarah; 195)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S. Attahrim; 6)

#medsos #MediaSosial #medsosku

Pelita di Tengah Malam : Kisah Imam Ahmad bin Hanbal yang Tidak Pernah Berhenti Belajar

"Belajar bukan perlombaan"   السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ Sahabat yang dirahmati Allah... Hari ini k...